6 Taktik Jadul yang Harus Diganti Strategi SEO Terbaru

Seperti halnya kebutuhan pasar, strategi SEO terbaru juga selalu berubah mengikuti perkembangan zaman. Dengan kata lain, Anda harus rajin menambah wawasan seputar pembaruan yang terjadi di bidang SEO supaya hasilnya relevan sekaligus kompetitif.

Sayangnya, masih ada beberapa pebisnis maupun individual yang mengaplikasikan strategi lama selama bertahun-tahun. Langkah tersebut justru akan menurunkan performa website hingga audiensi yang sudah Anda targetkan. Jadi, bisa dibayangkan apa akibatnya? Ya, bisnis jalan di tempat hingga situs web yang masuk blacklist Google.

Anda tidak mau kemungkinan-kemungkinan buruk tersebut terjadi, bukan? Oleh karena itu simak dulu kumpulan taktik jadul yang sebaiknya ditinggalkan dan diganti dengan strategi SEO terbaru.

 

Menanam kata kunci sebanyak mungkin

Kata kunci atau keyword dianggap sebagai salah satu poin penting yang dapat mengantarkan konten ke laman pertama mesin pencari. Dulu, pengelola website dan blog memakai metode memasukkan keyword sebanyak mungkin untuk meningkatkan peluang terindeks Google. Namun, langkah tersebut dianggap tak efektif lagi, sebab Google mengubah fokusnya pada konten-konten organik dan sesuai dengan niche yang dipasang situs web.

Pengguna internet juga kenyataannya kurang nyaman membaca atau menelusuri konten yang kata kuncinya berlebihan atau malah kurang tepat. Jika Anda masih menggunakan taktik tersebut, segera ganti dengan strategi SEO terbaru, yakni memakai keyword signifikan. Selain itu, long tail keyword juga cenderung lebih diminati.

Sebagai contoh, alih-alih menaruh keyword mentah seperti bantal polos, pasang bantal polos nyaman terbaik Jakarta. Jangan ragu menerapkan keyword yang terdiri atas dua kata atau lebih, karena Google memasang algoritma yang nantinya akan mencarikan padanan yang sesuai.

 

Anchor text menuju internal links berlebihan

Memasukkan anchor text berlebihan untuk mengarahkan trafik menuju sejumlah artikel dalam satu domain dianggap sudah tak membantu mendongkrak peringkat di mesin pencari. Pasalnya, selain pada algoritma, Google juga mengubah sistem. Sehingga search engine populer tersebut pun menghindari konten-konten dengan anchor text berlebih dan menandainya sebagai spamming.

Strategi SEO terbaru yang dapat Anda terapkan dalam tahap ini adalah menempatkan anchor text di navigasi, footer, sidebar, dan konten. Satukan setiap katanya senatural mungkin supaya pengguna tak merasa dipaksa untuk mengekliknya dan mendapatkan informasi yang diperlukan. Langkah ini pun bakal mencegah website Anda di-blacklist pihak Google.

 

Angkat topik yang relevan dengan merek

Selain keyword yang kurang sesuai, konten yang kadang tak sejalur dengan brand atau merek yang dijalankan pun sebaiknya Anda tinggalkan. Taktik jadul tersebut sering diterapkan sebagai link-bait strategis yang sayangnya tidak memiliki fokus. Pengelola website saat itu hanya memikirkan cara cepat memancing audiensi tanpa memperdulikan kebutuhan mereka.

Metode tersebut kini sudah ditinggalkan dan diganti strategi SEO terbaru yang sama-sama memberi benefit bagi kedua belah pihak. Seperti yang telah disinggung, Google lebih menghargai website dan blog yang memuat konten organik. Jadi pastikan topik yang Anda manfaatkan untuk branding benar-benar sesuai. Jangan sampai Anda memakai topik makanan untuk mempromosikan suku cadang kendaraan yang jelas-jelas sangat jauh hubungannya.

 

Domain berbeda untuk situs yang sama

Semakin banyak jaring ditebar, semakin banyak ikan terjaring. Hal tersebut mungkin berlaku saat Anda ingin mendapatkan ikan melimpah, tetapi tidak berlaku saat diterapkan untuk SEO. Pasalnya, punya domain berbeda yang dikhususkan untuk satu situs sudah tak efektif lagi untuk menarik pengunjung yang melimpah. Artinya? Anda harus mengaplikasikan strategi SEO terbaru.

Dengan sistem dan algoritma teranyar, Google tetap akan menghitung domain-domain berbeda untuk satu situs sebagai satu domain saja. Parahnya lagi, ranking akan dibagi berdasarkan jumlah domain yang disebar. Akan lebih efisien bila Anda menyiapkan satu domain untuk satu situs agar ‘jatah’ peringkat tetap utuh.

 

Memasang kata kunci pada domain

Salah satu trik lama yang kerap dilakukan pemilik website adalah menyematkan kata kunci atau keyword pada domain untuk menjaring audiensi. Akan tetapi, mengaplikasikannya sebagai strategi SEO terbaru tak akan memberikan hasil maksimal seperti beberapa tahun sebelumnya. Pengguna internet sekarang pun sudah jauh lebih cerdas dalam menilai website melalui domain yang dipasang.

Peluang website yang memakai keyword pada domain untuk masuk laman pertama Google memang masih ada. Namun, apa Anda yakin akan ada banyak orang yang mengunjunginya? Sebaiknya Anda ganti domain dengan nama yang lebih kredibel dan profesional. Usahakan untuk tak menyisipkan angka atau karakter non-huruf karena akan mengurangi peluangnya dicari algoritma Google.

 

Memakai satu kata kunci untuk satu situs

Sepanjang 2010-2012, Exact Match Domain dan Micro Niche Site jadi salah dua tren yang diminati pemilik situs. Kedua taktik ini memungkinkan pemakaian satu kata kunci pada situs web mikro, lalu menamakan web berdasarkan kata kunci tersebut. Sayangnya, metode ini tidak bisa Anda pakai lagi sebagai strategi SEO terbaru.

Mengapa? Simpel saja, karena website mikro memuat artikel serta informasi yang sangat terbatas. Selain itu, Google akan menganalisisnya sebagai sumber yang kurang kredibel dan membuatnya jarang tampil di laman pertama. Alangkah baiknya Anda membangun satu topik besar, lalu terapkan kata kunci sebanyak mungkin yang relevan dengan situs tersebut. Misalnya, untuk situs kuliner, jadikan resep sebagai komponen utama dengan tip dan trik sebagai penunjangnya.

Itulah enam taktik lama yang sebaiknya tak Anda pakai lagi sebagai strategi SEO terbaru. Semoga bermanfaat!

Bagikan Artikel Ini